"Aku akan berjuang, Dik. Tetaplah bersabar
hingga bunga ini mekar", bisikmu halus.
Sehalus lisan tajam yang kau tikamkan kemudian,
"Maaf, aku tak pantas untukmu. Carilah pasangan yang sepadan."
Hahaha. Bahkan semut pun tahu
janjimu semu
akulah yang lugu tertipu
Sejak bila kaktus ini bisa berbunga?
Showing posts with label poem. Show all posts
Apa yang terjadi
antara kau dan awan, Samudra?
Awan mulai jengah
bermain di gunung bersama kami
Jenuh menanggapi
candaan nakal penghuni hutan kecil ini
Karenamu, ia betah
hanya menatap pantulannya setiap hari
Apa yang kau
pikirkan sama dengan awan, Samudra?
Baginya kau lah
cermin, tempat melihat potret dirinya utuh
Baginya kau nyata
meski tak tersentuh
Baginya, selama
kalian bisa bercengkrama, musibah pun berubah anugerah terindah
Hentikan, Samudra!
Berhentilah menarik
awan mendekat karena ia akan lebur dalam buih
Karenamu, setiap
pagi ia jadi meliuk kencang di awang-awang dan senyum sendiri hingga lupa diri
Pesonamu, Samudra
Memutihkan awan yang
menghitam sebab kini ia bisa sering berkaca
October 25, 2010 at 3:51pm
Menyongsong Hujan ITaK usah kau cemaskan matahari terlalu terik
menyengat badan
tak usah kau payah meraup dedaunan gugur dari rantingk
tak berdahan
Tenang, Dik.
sebelum awan hitam menaungi gubuk kita
Aku akan menyongsong hujan
Menyongsong Hujan II
Aku disini, Dik, tergugu mengupas rindu
sayup-sayup terdengar halus suaramu
menyuruh pulang
Seperti desau angin senja
menari di dangau
Aku akan tetap disini, Dik
meski menggigil penuh luka
jera menghitung usia yang makin tua
Dan kulupa kapan kita bersua
setelah kau membuang muka
Kelak kau kan paham
Mengapa aku menyongsong hujan
May 27, 2010 at 5:42pm
O, Sweet dear, I've got the presage
of the row that tells this secret
How deep it kills and demonstrate
My heart_______my brain, incarcerate
will be lost, will be forfeited
O, My Love, nothing's forever
This world________This life, just game over
Look!like the wounded man totter
Jolt, although we are pioneer
behind the joyfull, it's nadir
It will daunt the liveness
It will draw the erroneus...
*Defunct=tak ada lagi..mati//
Hujan ini..
Yang datang b'sama gelap, hitam awan dr Barat
Yang datang b'sama angin pasang, kencang menyerang
muntahan air bah
luapan tangis amarah.
Hujan ini.
Bukan hujan biasa, kawan.
Yang datang b'sama gelap, hitam awan dr Barat
Yang datang b'sama angin pasang, kencang menyerang
muntahan air bah
luapan tangis amarah.
Hujan ini.
Bukan hujan biasa, kawan.
January 30, 2010 at 1:12pm
Jangan kau ajari aku cinta!karena ku tahu sedu sedanmu hanya kedok,
rayuan2 bak bemo mogok
Apalagi aku, kau saja kapok dengan metafora metafora yang kau ciptakan
begitu goblok
Tak usah ajari aku cinta,
ajaran basi seperti tawamu, tak berisi
Kau kira kau paham makna cinta?
Tak usah ajari aku cinta
Karena cinta hanya retorika!
January 3, 2010 at 6:34pm
Limo…Ampek…
Tigo…
Duo…
Ciek….
DUARRR!!!!
Kambang api lah malatuih co patuih
Ado nan dugem sampai mampuih
Mahambuih-hambuih sampai babuiah
Galak bakucindan ndak putuih-putuih
Dari nan karipuik sampai nan aluih
Oi,, sadarlah sanak!!!
Lah coiko bana nasib awak
Tiok subanta bumi bahoyak
Luko lamo alun lai cegak
Dek Israel ndak bautak
Palestina wak dikoyak
INGEK lah SANAK…
Wassalam
December 29, 2009 at 1:11pm
Bu, hari ini ku bermalam mengerjakan tugas dirumah temanKau pandang aku kau katakan tak apa;
kau terbiasa sendirian
Bu, hari ini dia merobek baju koko yang kau hadiahi sepenuh hati
Dan dia tertawa mencemooh berlari,
Meninggalkanku yang terpana ternganga melihat kenaifanmu tak sakit hati
Bu, hari ini kutanyakan luka bepeng dimukamu yang lesu
Kau hanya menggeleng mengaduhi koreng
Menjalari wajahmu yang semakin keriput semakin semrawut
Bu, hari ini tutup panci terbang bersama nasi
Yang kau masak pagi tadi
Kau pun mengajarkan ku arti cinta yang menafikan benci
Bu, hari ini masakanmu tak sesuai di lidah pekanya
Padahal kutahu masakanmu tak bercela seantero desa
Tapi dia bilang kau memang perempuan yang tak ahli melayaninya
Bu,
hari ini dia selingkuh
Kau hanya terdiam,
Mengadu dalam simpuh
November 25, 2009 at 4:32pm
; Always proud of my naughtinessNever care the human horror
Always kill the forgiveness
Hate the world and how it’s color
If I’m failed, have no lovely smile
For me,______no one charitable
And here I’m the effete man
When I abridge brutalities
She comes, change my depredation
Like the dark-night closed by sun-rise
My face in her illustration
Without care my malformation
Now, look I’m the effete man
When she gave me the charm water
With the smoothly love, it’s fragrant
I throw her glass, make it over
Then,__she run__ leave my imperfect
I know, how pure she mad me mad
October 30, 2009 at 8:54pm
I’m walking around in a small palaceIt’s so high to reach, and so high to speech
Stairs so long like a way to paradise
Stand up in Green Park, when I see the beach
So far, in horizontal and luster
Portray the marvelous azure, after
I’m locks, intoxicated in magic
Suffer constantly as a flustered King
What a wonderful world, has made me sick
Lonely but happy, tempt off amazing
It’s really,_____really made me subjected
It’s quite,______quite made me addicted
May 29, 2009 at 9:24pm
Tanyakan pada embun;Mengapa mentari pagi
Menghilang menjauh diri
Tanyakan pada embun;
Yang merekah basah
Menawan tanah
Tanyakan pada embun;
Untuk apa kupu-kupu
Meninggalkan bunga semu
Tanyakan pada embun;
Jika nanti awan,menurunkan hujan
Melarutkan kesedihan
Subscribe to:
Posts (Atom)


Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances